Mangut Pesisir dan Soto Glugu ala Angkringan Tobat

Sempat jadi warga pesisir di timur negri ini, membuat saya suka sekali ikan. Ketika di Jogja, bertambah lagi varian masakan ikan yang ternyata saya juga suka banget. Yes, it’s Mangut!!! saya suka banget kalo nemu masakan mangut yang cocok. Soalnya saya masih gak bisa bikin sendiri. Hiks hiks. Makanya ketika dapat kabar kalo di Angkringan Tobat yang hits itu ada menu baru Mangut Pesisir, penasaran deh saya.

Angkringan Tobat sendiri sebenarnya bukan pendatang baru. Lokasi yang mudah dijangkau, kapasitas yang mumpuni, makanan yang beragam, dan wifi kencengnya sudah duluan hits sedari dulu. Hanya saja dulunya Angkringan Tobat ini hanya beroperasi petang hingga malam sebagaimana kebanyakan angkringan.

Sekarang, Angkringan Tobat sudah buka dari pagi dengan menu utama Mangut Pesisir dan Soto Glugu. Jadi memang ada perbedaan menu untuk pagi dan malam.

 

Mangut Pesisir

kalau selama ini kita familiar dengan Mangut Lele, yang di Angkringan Tobat ini beda banget. Sesuai namanya, mangut di sini dari pesisir. Maka menggunakan ikan laut yaitu ikan layang dan ikan pari. Bedanya lagi, kedua ikan ini sebelumnya sudah diasap duliu. Waaaa seketika saya kangen ikan asap pesisir Papua sana.

Dengan ikan yang sudah diasap, dipastikan kematangannya paripurna banget, plus empuk dan minim rasa amis. Diguyur dengan kuah mangut yang penuh bumbu, amboooy menari indah sekali di lidah.

Sebagai menu pendamping dan tambahan, di sini ada beberapa macam sayur, juga lauk tambahan seperti tempe, tahu, perkedel, sate usus, sate telur dan masih banyak lagi. Nikmat mana yang kau dustakan, kawan.

 

Soto Glugu

Soto yang disajikan dalam bathok kayu Glugu ini adalah soto daging sapi. Sepaket penyajiannya selain aneka sayur dan potongan daging sapi, juga ada telur rebus setengah. Jadinya tjakep difoto, lezat pula disantap. Untuk menu sarapan cocok banget lah soto ini. Kuahnya yang segar, daging yang gak pelit, dan tambahan telur rebus, paket komplit yang tahan sampe siang.

soto dalam mangkok kayu glugu

 

Varian Minuman

Minuman di sini beragam sekali. Misalnya untuk kopi-kopian. Dari kopi yang fresh from the roaster sampai rupa rupa kopi sobek alias kopi sachet. Masih ada pula kopi ijo alias kopi yang tidak melalui proses roasting. Kopi nusantara nya pun beragam, saat kunjungan saya tersedia Kopi Mandheling, Gayo, Lampung Tanggamus, Kalosi dan favorit saya: Bali Kintamani.

Untuk minuman tradisionalnya ada Limun Jawa alias Saparella, Wedang/Es Tape, Wedang Secang, Wedang Uwuh, Tape Jahe, Jahe Tobat, Kunir Asem, Beras Kencur, dan macem macem lagi.

 

Untuk varian Teh nya juga banyaaak. Menduduki peringkat paling hits penjualannya saat ini adalah Teh Tarik. Tapi masih ada lagi Teh Jahe, Teh Mint, Teh Poci, Green tea latte, dan Thai Tea.

Saking banyaknya pilihan saya jadi bingung sendiri mau minum apa.

 

Fasilitas lain

Dengan ukuran warung makan luas, Angkringan Tobat ini bisa menampung banyak pengunjung. Jadi gak bisa banget kalau kesininya rame-rame. Selain itu juga, suasana di sini cocok pula untuk keluarga. Cocok untuk beraneka macam rombongan lah ya. Mau rombongan arisan, rombongan anak sekolahan, maupun rombongan keluarga.

plus-plus nya lagi, angkringan ini didukung wifi supercepat. Gak heran pas nyampe sini kok temen-temen blogger pada buka laptop. Rupanya oh rupanya saya pun jadi turut tergoda setelah mencicip wifi-nya. Benar-benar Angkringan untuk Semua.

 

Angkringan Tobat
Jl. Sukoharjo RT01/RW08, Sanggrahan, Condongcatur, Depok, Condongcatur, Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281 (+/- 800 meter utara Terminal Condongcatur)

#MenujuKinclong2017 bareng NaavaGreen

Akhir-akhir ini lagi rame hestek #menujukinclong2017. sebagai perempuan feminin sejati, saya juga pengen donk ikut-ikutan hits biar kekinian. Apalagi aktivitas sehari-hari saya ini kan banyak di jalanan. Manalah di jalanan itu saya anak motor banget ya kan. Pulang pergi rumah ke kantor aja kalo ditotal udah 24 kilometer an. Kebayang berapa banyak debu yang jadi bedak alami saya. Gak kehitung berapa banyak sinar matahari yang menampar-nampar muka saya. Itu baru rutinitas rutin berangkat dan pulang kantor lho. Aktivitas saya kan gak cuma itu

di ruang tunggu Naavagreen Kotabaru, bisa sambil baca majalah

(more…)

Coffindo Coffice, Ngopi dekat Tugu

Kalo denger kata “Jogja’ kira kira apa sih yang kebayang sebagai icon?

Yaps, Tugu Pal Putih atau lebih dikenal sebagai Tugu Jogja adalah icon kota berhati nyaman ini. Letaknya di tengah perempatan dan tanpa pagar tinggi yang membatasi, membuatnya kerap menjadi objek foto. Dari penggemar selfie sampai fotograr serius, cinta dengan tugu ini. Coba lihat hasil pencarian search engine untuk keywords “Tugu Jogja” berikut:

Sebenarnya saya bukan mau cerita banyak tentang Tugu Jogja ini sih. Sebagaimana judul yang saya ambil, saya mau cerita kalau masih di area Tugu Jogja, terdapat tempat ngopi yang asik dengan pilihan kopi yang beragam.

(more…)

Jodoh Kopi dari Dapur Tetangga

Sebagai bagian dari menyeimbangkan aktivitas hidup, saya suka ngopi pagi atau sore. Ngopi sore, usai aktivitas rutin harian, mengembalikan saya pada kewarasan dan meluruskan kembali posisi otak yang sempat miring akibat berbagai problematika dunia kerja. Apalagi Kota Yogyakarta tercinta ini makin riuh dengan beragam coffeeshop. Membuat saya tidak perlu lagi khawatir kekurangan pilihan kopi kopi terbaik nusantara.

Menyeruput setiap tetes kafein hitam ini saja sudah cukup membuat saya bahagia. Faktor faktor lainnya bisa lah menambah. Misalnya siapa #temanngopi nya, se instagenic apa coffeeshop nya, dan apa #JodohKopi nya.

Saya mengenal #Jodohkopi ini awalnya dari akun warung kopi paling hits di Jogja, Klinik Kopi. Lama tak bertandang rupanya cangkir cangkir dari meja seduh, menemukan pendampingnya. Adalah Dapur Tetangga yang kerap kali disebut-sebut penyedia Jodoh Kopi.

(more…)

Secuil Curhat di Lantai Bumi

Kerja dan Kuliah pada saat bersamaan itu, tidak hanya butuh manajemen waktu saja. Tapi juga manajemen mood yang baguss. Sudah kita ketahui bersama, tugas kuliah kerap kali menyita waktu hura-hura. Kelas di saat weekend sudah tentu menyusutkan hari libur yang sudah sempit. Jelas sudah pelakunya terindikasi gejala kurang piknik yang berpotensi mengganggu keseimbangan jiwa pelaku tersebut.

Salah satu cara saya menyiasatinya adalah, dengan menuntaskan segala tugas yang ringan maupun berat, sebelum tiba di rumah. Pekerja berdedikasi (kibas poni) macam saya, tentunya hanya menginginkan istirahat yang menenangkan jika sampai di rumah. Jadi inginnya begitu saya sampai rumah, sudah tinggal beres beres dan bersih bersih, santai, trus istirahat deh. Seringkali saya menenteng laptop dan buku buku tebal seusai jam kantor. Memilih sendiri mana yang akan menjadi tempat saya belajar ataupun menyelesaikan tugas-tugas kuliah. Apakah coffeeshop cozy, apakah spot wifi gratisan umum (anak gratisan banget), apakah perpustakaan daerah, apakah smart lounge suatu mall, apakah sudut terdalam di hati dia.

Dengan kondisi beberapa hari ini Jogja diguyur hujan pada jam jam pulang kantor. Dampaknya tidak hanya genangan di banyak titik, tapi juga kemacetan yang tidak biasa. Ada gunanya juga saya mengalah bukan? menghindari kericuhan lalu lintas dengan mlipir beberapa ratus meter dari kantor, menunggu kemacetan mereda. Sembari menyeruput kopi tanpa gula, yang juga tanpa kamu.
Tak lupa membereskan tugas-tugas kuliah yang tak habis habis. Mengernyitkan kening kala menemukan hal baru yang tak biasa, membanting mouse kala laptop ngehang, dan lupa gigit tablet kala koneksi melambat.
Btw, Lantai Bumi ini salah satu tempat mlipir saya. Belum lama beroperasi, rupanya sudah cukup menggaet banyak pengunjung. Kopi yang nikmat, pelayanan yang ramah, dan tempat instagenic mungkin sebagian alasan. Terbukti dari banyaknya foto foto menarik di lokasi ini.
Lantai Bumi terletak di Pogung Baru Blok C No 28, Jl Kaliurang KM 5.
Bingung arahnya? Sini bareng saya. #modus