Klinik Kopi, Yogyakarta

*bersihin sarang laba-laba di blog

lama juga ngilangnya yak. Jadi ceritanya hampir semingguan kemaren saya gak berani pergi-pergi keluar rumah. Jajan atau makan di luar pun gak pernah. makanya instagram saya isinya cuma di rumaaaaah terus. Penyebabnya adalah awal pekan lalu, alergi saya kumat dan akibatnya saya jd gak berani dulu jajan di luar dan milih buat masak sendiri terus di rumah. plus lagi gak berani makan protein hewani sampai reaksi alergi saya berhenti.

Klinik kopi buka coffeeshop yang dekat dari tempat tinggal saya. apalagi bagi saya yang kelamaan anteng di rumah, plus anaknya malesan keluar-keluar kalo long weekend gini. Jogja lebih sering macetnya musim-musim begini. Tapi ketika mas iqbal ngabarin di grup kalo sore mau ke klinik kopi, saya langsung mau banget gabung. Udah luamaaaaa bzangeeet saya penasaran banget sama coffeeshop yang dirating 4,5 oleh tripadvisor ini, padahal coffeeshop ini kalo saya bilang ‘menabrak’ kebiasaan coffeeshop pada umumnya.

siapa yang ke coffeeshop buat nyari wifi?

siapa yang ke coffeeshop buat cari pilihan banyak menu makanan dan minuman?

siapa yang ke coffeeshop cari kursi empuk dan banyak colokan?

Kalo tujuannya itu semua, disini gak ada. Klinik kopi menawarkan konsep coffeeshop yang benar-benar menikmati dan menghargai kopi. Dari meja bar, pengunjung berkomunikasi langsung kepada barista yang juga ownernya kopi seperti apa yang diinginkan. Tak hanya secangkir kopi yang disuguhkan. Beragam cerita proses panjang dibalik tersajinya kopi sedap turut dihidangkan. Tak jarang Mas Pepeng, begitu beliau disapa,  membukakan buku atau memutarkan video menunjang ceritanya. Proses keliling negri beliau mengenal langsung petani, daerah dan proses kopi kopi terbaik negri ini.

 

Selain sebagai coffeshop. Klinik Kopi juga sedia roast beans buat dibawa pulang. Kopi roastingan klinik kopi ini unik banget. Berhubung selama ini hampir gak pernah nyetok kopi dari pulau jawa, kemarin saya akhirnya meminang Sunda Geulis yang besok paginya, langsung dicobain.

Kopi yang baru dibawa pulang sore kemarin dr @klinikkopi ini langsung dicobain pagi tadi. . Sebenarnya pas di klinik kopi, saya malah minumnya yang Sunda Geisha, Sunda Geulis sendiri malah kopinya om @hannif.andy yang gak bisa dia habisin. Jadilah saya nyicip setengah gelas nya (nyicip apaan sampe setengah gelas) dan lebih penasaran. Well, katanya penasaran bisa jd awal suka ya kan. Jadilah saat saya bingung mau restock kopi apa, pilihannya jadi Sunda Geulis ini. . . Ini mgkn pertama kalinya saya nyetok kopi dari pulau jawa. Biasanya saya impor dr Gayo, Toraja, atau Papua. . . Pagi tadi coba #pourover pake #metalfilter, dan karena masi penasaran, bikin lagi pke alat yg di frame ituh. (sebut saja #aeropress) . . Rasanya? Hmmm, dr pertama buka kemasan, baunya mirip gula aren, dan pas ud dibikin dan diminum kaya ada manis manis dan asem asem sepet buah entah apa itu, intinya mah Enaaaak dan kaya rasa. Gak sekedar kopi doank. . . Jadinya saya penasaran banget kalo kira kira dibuat coldbrew, bakal sedahsyat apa ya rasanya… . . . #sundageulis #manualbrew #klinikkopi #KopiHitamTanpaKamu #kopihitamtanpagula

A photo posted by Aqida Shohiha (@aqied) on

Dan udah buat cold brew nya jugaaa

Buat yang belum sempet ke Jogja atau udah ke jogja tapi belum sempet buat berkunjung kemari, bisa ikutin cerita tentang kopi negri ini di akun instagram @klinikkopi. Instagram mereka aktif dan update banget.

Klinik Kopi: Jl Kaliurang KM 7,5 utara Gardu PLN, Sleman, Yogyakarta

web : www.klinikkopi.com

Buka jam 4 sore, minggu libur.

 

39 thoughts on “Klinik Kopi, Yogyakarta

  1. Itu kopi yang dibawa pulang sama ketika diminum di sana rasanya sama apa beda mbak aqied? Kalau sama sih kapan kapan aku dibikinin yang dibawa pulang itu yaaa nyicip sesruput wkwk

  2. Wah kalau aku kesana bakal bingung karena ga paham sama kopi, ga suka kopi juga. Tapi kalau barista nya ada yang ganteng dan bisa dibawa pulang, boleh sih~

  3. Pas baca “Tapi itu semua gak ada.” Aku langsung berseru dalam hati mbak. Hehehehe. Kalo rame-rame mungkin seru, tapi kalo sendirian pasti bawa laptop soalnya kalo ke tempat begituan. Huehehe.

      1. Hahahaha, iya itu saking selonya jadi tampilin aja lah di blog lumayan disini jd gak banyak banyak ngetiknya.
        Etapi biasanya jg jarang jarang kok bikin kepsen panjang. Biasanya pendek dan absurd malah jarang pke hestek

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *