Kisah Sandal Jepit

Well, sesungguhnya udah mau bikin judul “kisah sepasang sandal jepit”. Tapi kemudian saya berpikir kalau akhir akhir ini “sepasang” bisa saja menjadi kata sensitif. Bisa saja dianggap tidak berperikejombloan ketika menyematkan hal hal yang berbau sepasang. Apalah saya ini yang tidak pakar dan tidak peka pada tema tema seperti itu. Ditambah lagi kondisi pribadi saya yang juga malas menjawab pertanyaan kepo soalΒ kata yang akhirnya saya hapus dari rencana judul —you know what.

Okay mari kita fokus.

Setiap pejalan pasti tak lepas dari alas kaki nya. Entah itu sandal, sepatu, atau nyekerman. Begitu juga saya yang jarang jalan jalan ini. Sepasang sandal selalu terselip dalam setiap perjalanan saya. Sebagai penghargaan atas dedikasi mereka berdua pada saya, tak jarang saya turut mendokumentasikan kebersamaan mereka sepanjang perjalanan saya.

 

27 thoughts on “Kisah Sandal Jepit

    1. Iya. Padahal kalo putus salah satu, mestinya bolehin aja beli sebiji doank kan ya. Ini putus atau rusak satu, harus beli sepasang lagi kalo baru

  1. saya juga punya sandal yang sudah dibawa kemana- mana. pernah ke beberapa gunung sewaktu SMA sampai kepake buat kuliah (pas dulu jaman nakal- nakalnya). eh, hilang. πŸ™
    tapi mbak, itu fotonya bagus2. πŸ˜€

  2. Saya juga punya sepasang sendal gunung, dan menemani setiap perjalanan saya empat tahun terkahir ini, hahaha. Pernah putus dua kali, namun saya jahit kembali. Nilai ‘persahabatan’nya itu yang saya pertahankan. Tunggu sampai benar-benar tak bisa terpakai, baru mungkin akan membeli yang baru.

    Salam kenal, kak.

  3. Biasanya beli sandal s*allow yang warna putih, pas dapat hadiah dari es krim warna hijau, senaaang banget. Jarang banget aku pakai. Seringnya buat dipandang-pandang. Hahaha… katrok ya. Abis sandalnya unik.
    Eh, aku juga pernah buat postingan tentang alas kaki yang hampir 15 tahun setia menemani.
    Mampir atuh, *modus mode on πŸ™‚

  4. Duuuh mba Aqied ini kreatif banget idenya. Bagus mba, unik, kpan2 Cinta pengin nyoba ah, ngikut gayanya mba Aqied, sandalfie dan sikilfie, kereeeen ???

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *