Kenalan dengan DGD, Think Global Act Local

Abaikan modelnya

Tidak cukup 1 artikel saya bicara soal brand aseli dari Jogja, Dagadu. Saya menulis kesan tentang brand kreatif ini saat bertahun lalu, pada usia Dagadu yang ke 20 tahun. Ada pula kesan saya terhadap desain uniknya di masa masa pemilu, sebagai Komisi Pemilihan Oblong. Tak ketinggalan ketika baru-baru ini, PT Aseli Dagadu Djokja rebranding dengan Mata Baru yang lebih Seru dan Baru. Kesempatan kali ini rupanya brand kreatif khas oleh oleh Jogja meluncurkan satu lagi brand premium, yang dengan bangga menceritakan lokalitas Indonesia bernama DGD.

DGD mengusung tagline Nature, Culture, Nurture. Sesuai konsepnya, menceritakan lokalitas Indonesia sebagai harta yang selalu membuat penasaran untuk terus digali dan dikaji. Semua juga tau betapa kekayaan negri ini tak terhingga. Sebut saja alam yang keindahannya tak henti mengundang decak kagum. Ragam budayanya yang menarik dari penghujung barat hingga timur. Belum lagi kekayaan hayati dan margasatwa yang tak terhitung jumlahnya. Ikon, simbol, dan nilai-nilai lokal inilah yang kemudian diinterprestasikan oleh DGD dalam bahasa visual kekinian.

Suasana DGD

Salah satu contohnya ketika DGD akan menampilkan fauna Indonesia seperti badak, orangutan dan komodo. Dengan desain kreatif dan visualisasi terkini, DGD menampilkan dalam bentuk origami satwa-satwa tersebut. Jadilah satwa ikon Indonesia ini tampil dalam desain teknik melipat kertas ala Jepang. Dengan demikian memberi kesan desain yang simpel dan modern. Ini lah salah satu bentuk dari aksi lokal dari hasil buah berfikir global.

sowan ke DGD di Lippoplaza Jogja

 

Produk-produk DGD dapat dijumpai dengan mudah. Outlet di Ground Floor Lippo Plaza Jogja sangat terjangkau oleh siapapun juga. Tidak hanya ragam kaos yang dapat dipinang, namun dilengkapi juga dengan kelengkapan fashion lainnya. Misalnya sling bag, foldable backpack, jaket, dan sweater. Penataan yang apik dan pelayanan yang baik, cukup menjadi alasan kami betah berlama-lama hingga menjajal wefie di kamar pas berbentuk kontainer.

mirror wefie

DGD baru mengadakan Soft Launching untuk brand ini pada 23 Desember 2016. Sesuai dengan konsep DGD yang mengangkat tema-tema lokalitas Indonesia, acara malam itu banyak membahas tentah keindahan dan nilai-nilai lokal Indonesia. Dari tema travel dan pariwisata, ada Kadek Arini. Seorang social media influencer dan travel blogger yang sangat mencintai alam Indonesia. Ada juga Paksi Raras dari Mentradisi  dengan keahliannya di bidang musik. dan tentu saja dari PT Aseli Dagadu Djokja, ada Mas Arief sebagai Owner dan Director. Selain ngobrol-ngobrol seru, dan tanya jawab dengan narasumber, tampil juga performance seru dan unik dari Indonesian Fingerstyle Guitar Community.

Mas Arief, Mb Kadek, Mas Paksi Raras

Usai acara, tentu saja kami langsung menyerbu outlet DGD yang rupanya selama soft opening hingga grand opening Januari nanti, memberi free foldable backpack untuk minimum purchase Rp. 500,000.

Jadi kesimpulannya DGD ini paket lengkap. Sudah turut membeli dan mencintai produk lokal, turut juga mengkampanyekan kekayaan lokal Indonesia dalam desain desainnya, plus dapat gratisan backpack!

gratis foldable bag

5 thoughts on “Kenalan dengan DGD, Think Global Act Local

  1. Kalau ada orang yang menyebut soal Dagadu, ingatan saya pasti melayang ke Yogya. Memang sudah sejiwa banget merk ini dengan Yogya. Hm, ini langkah lanjutan kalau sasaran selanjutnya adalah Nusantara. Saya berharap brand DGD ini bisa punya keterikatan yang sama kuatnya sebagaimana brand Dagadu dan Yogya. Semangat terus, ya. Kalau ada outletnya buka di Jakarta boleh juga kali ya main-main, kebetulan saya sedang butuh kaos baru. Atau di sana ada yang mau mbeliin? #eh.

    1. Ayo donk sini ke Jogja mumpung lagi punya voucher.
      Harapannya juga begitu, dengan konsep DGD yang lebih menusantara. Apalagi ide ide nya sudah keren tinggal kita turut serta mendukung karya karya lokal ini makin mendunia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *