Kampung Emas Plumbungan, Yogyakarta

Hari itu saya sedang selo, kebetulan kuliah akhir pekan saya juga belum usai libur semesternya. Jadi, daripada menghabiskan waktu dengan glundang glundung sembari berkeluh kesah fakir piknik, mari gendong ransel dan tenteng kamera.

Tujuan awal kami saat itu adalah cari spot asik di sekitar Nglanggeran, Gunungkidul. Sekalian teman saya mau nerbangin drone kesayangannya *baru bisa sayang sama drone. Setibanya di sekitar Nglanggeran, baru kepikiran kalau di sana terlalu banyak tower BTS yang bisa jadi ngganggu aktivitas kami nantinya. Jadilah batal berhenti di lokasi yang tadinya kita inginkan, dan lanjut ke timur mencari alternatif spot lain.

Di tengah perjalanan ini lah kami menemukan signage “Kampung Emas” dengan penataan yang sedemikian rupa. Memaksa kami untuk berhenti dan tidak ingin melewatkan beberapa jepretan. Dari awalnya yang hanya ingin numpang hits dan eksis, malah akhirnya kami memutuskan buat titip motor dan explore lebih lagi.

Kampung Emas sebenarnya adalah singkatan dari Elok, Mandiri, Aspiratif dan Sejahtera. Desa wisata yang memiliki ragam potensi alam, tradisi budaya, dan kulinernya. Khusus kuliner, pengunjung bisa menikmati menu khas Brekat Dalem dalam gubug tengah sawah. Tentu saja lengkap dengan berbagai ubo rampe maupun minuman khas masyarakat lokal. Pastikan untuk melakukan reservasi dahulu jika memang berencana kuliner di sini. Karena menu pesanan hanya disediakan untuk yang sudah reservasi.

santap nya di gubug gubug ujung sana

Selain kuliner, Kampung Emas juga dapat memfasilitasi wisata minat lainnya. Ada wisata adventure dengan jelajah kampung dan bersepeda. Atau mengunjungi Watu Joglo dan beberapa lokasi wisata alam sekitar desa Plumbungan. Bisa juga wisata Edukasi seperti outbond, belajar tradisi baik gamelan, batik kayu dan dolanan anak. Bisa juga ikut serta dalam kegiatan pertanian seperti petik dan pembibitan. Tentunya dengan mengkomunikasikan rencana wisata minat ini dengan pengelola.

blusukan sawah

 

“Bagian terbaik di Kampung Emas adalah persawahannya.”

A post shared by Aqida Shohiha (@aqied) on

Sawah di sini benar-benar sawah pertanian aktif. Jadi tidak heran jika masih banyak aktifitas petani. Persawahan di Kampung Emas kala itu sedang hijau-hijau nya. Batang padi tumbuh cukup tinggi dengan bulir bulirnya yang tak lama lagi akan panen. Sebagian pematang sudah dibeton untuk mempermudah akses jalan, namun sebagian besar masih dalam bentuk pematang tanah. Sesekali terdapat pohon pisang, juga beberapa gubug yang memberi keteduhan. Hamparan hijau ini kian cantik dengan teraseringnya yang digadang-gadang mirip Ubud, Bali. Ditambah udara pedesaan yang segar meski kala itu matahari bersinar dengan garangnya. Pemandangan ini tentu bisa saja berbeda jika kamu datang saat musim tanam, padi masih kecil, atau padi sudah menguning, dan padi sudah dipanen.

 

Berencana ke Kampung Emas?

Ajak saya donk…

 

Kontak dan Reservasi Kampung Emas:

IG : http://instagram.com/kampungemas

Hp: 08170435434

Alamat : Dusun Plumbungan, Desa Putat, Kecamatan Pathuk, Gunungkidul, Yogyakarta 55813

 

*mau moment spesial dan liburan kamu didokumentasikan lewat udara? Bisa kontak @ajishokko untuk rental drone sepaket dengan pilot nya, paketan lainnya bisa nego sendiri ya ^_^*

 

27 thoughts on “Kampung Emas Plumbungan, Yogyakarta

  1. Foto pas keblusuk di lumpurnya mana? :p
    Mbak aqid sedang belajar jadi pilot drone, jadi besok kalau punya tinggal mak set set sett lantjar. Lokasinya belum pernah liat, padahal sekitaran nglanggeran ya?

  2. ciee ciee sekarang ama aji terus nih ohohoho.. mba aqied, kapan dolan bareng hehe.
    dulu pernah dengar kampung emas, tapi baru kali ini liat pemandangannya disini mba

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *