Filosofi Kopi Jogja, Mari Ngopi di Joglo

Melaksanakan tips hemat ngopi di coffeeshop No 3, saya tau banget donk kalau Kedai Filosofi Kopi Jogja bakal buka. Apalagi di awal awal bukanya ada program kopi gratis hanya dengan upload banner film Filosofi Kopi di akun media sosial. Pokoknya kalau berhubungan dengan yang gratis, saya cepat tanggap deh.

mari ngopi gratisss

Kedai Filosofi Kopi Jogja ini resmi beroperasi mulai 20 Mei 2017. Bertempat di Joglo Jago yang tadinya juga digunakan untuk syuting film berjudul sama. Sukses dengan film Filosofi Kopi pertama yang diangakat dari fiksi Dewi Lestari, maka dibuatlah film Filosofi Kopi yang ke 2. dengan kota istimewa tempat saya tinggal ini termasuk salah satu lokasi yang dipilih Ben dan Jody sebagai lokasi seduh.

Sebelumnya memang saya beberapa kali melintasi area ini saat syuting masih berlangsung. Hanya saja tidak ada ekspektasi dari saya kalau nantinya benar-benar akan dibuka Kedai Filosofi Kopi. Lokasinya memang sedikit mblusuk dengan jalanan yang minim penerangan serta tanpa papan penanda sama sekali. Beruntung karena pernah melewati beberapa kali saat masih syuting, saya jadi gampang banget bisa sampai ke lokasinya.

 

Varian Kopi

Perfecto dan Lestari

Kopi yang disajikan di sini ada 3 macam. Kopi Tiwus yang legendaris, Kopi Lestari, dan tentunya Ben’s Perfecto. Kala itu saya mencicip Kopi Lestari yang kabarnya berasal dari Bali. Dengan metode seduh V60, kopi ini terasa ringan dan lembut. Saya juga mencicip Kopi Tiwus dengan metode seduh Aeropress, rasa asam dan sweet nya terasa sekali. Belakangan baru saya ketahui kalau rupanya kopi tiwus ini dari Jawa Barat. Memang karakter rasanya tipikal kopi-kopi jawa barat seperti varian sunda, garut, dan malabar. Untuk kopi-kopi espresso base, Filosofi Kopi Jogja tentunya menggunakan Perfecto. Selain 3 varian tersebut, saya tidak menemukan jenis kopi lain. Kabarnya varian kopi akan bertambah nantinya.

Menunggu seduhan Kopi Tiwus dan Lestari

Ragam minuman yang disajikan cukup lengkap. Baik manual maupun mesin. Lihat saja daftar menu berikut. Dari aneka manual brew hingga coffee latte, capuccino, affogato dan lain lain ada semua. Bahkan ada pula Affogato dengan rasa Durian, sayangnya saat kunjungan saya saat itu sedang tidak tersedia.

Affogato dan sisa sisa cemilan

 

Non Coffee Drinks

Bagi non peminum kopi, Filosofi Kopi Jogja punya minuman alternatif. Tersedia dua macam minuman yang berbasis Teh dan berbasis Susu. Layaknya kebanyakan kedai kopi yang biasanya menyediakan teh dan milk base sebagai minuman pendamping. Jadi tidak perlu khawatir mengajak kawan maupun handai taulan yang tidak suka kopi, untuk bersama sama ngopi di joglo. Mereka dapat memilih Javanese tea, Lemon tea, atau lychee tea. Juga Hot/Iced Chocolate, Red Velvet Latte, dan Green Tea Latte.

   

Food

Tak lengkap rasanya ngopi tanpa jodoh kopi nya. Untuk itu Filosofi Kopi Jogja juga menyediakan beberapa pendamping. Ada macam-macam cake dan pastry dalam pastry case yang buat saya semuanya enak. Meskipun saat itu saya baru mencicip lemon tart, apple pie, chroissant, dan raisin danish. Selain rasa dan tekstur kue yang enak, harganya juga cukup affordable.

sudah terlanjur dicomot baru dipoto

Selain sajian dari pastry case, ada juga sajian dari dapur Filosofi Kopi Jogja. Baik Finger Food seperti French Fries, Churros, Lumpia, Risoles dan singkong goreng. Ada pula Pancake dengan pilihan original atau dengan topping ice cream. Atau Wafel Original atau Wafel Ice Cream. Untuk kesemua menu ini baru saya lihat di daftar menu dan belum pernah mencicipi. Jadi belum bisa beri komentar.

 

#NgopiDiJoglo

Keunikan Filosofi Kopi Jogja memang salah satunya di bentuk bangunannya yang berupa Joglo. Sangat berbeda sekali dengan kebanyakan coffeeshop-coffeeshop yang berlomba lomba mengusung tema kekinian dan berusaha instagramable. Filosofi Kopi menempatkan open bar di dalam joglo yang dapat terlihat baik dari area outdoor maupun dalam joglo. Kursi dan perangkat yang digunakan juga memberi kesan klasik dan menyatu sekali dengan joglonya. Bahkan di salah satu sisi bar, tersedia area yang sangat Jogja sekali, Yup, area lesehan.

di area lesehan bisa pakai meja bar dan lihat langsung barista nya lho, seperti foto ini

Joglo Filosofi Kopi Jogja ini menghadap ke barat. Sehingga ketika sore tiba, cahaya jatuh dengan baik sekali. Sangat memanjakan pecinta coffeeshop rasa studio dengan lighting alami yang keemasan. Berpadu dengan warna warna kayu asli dari bangunan joglo itu sendiri. Letaknya yang dikelilingi pesawahan pada 3 sisinya memberi kehangatan dan ketenangan yang sangat cocok untuk menyearkan kembali pikiran.

Tak salah Kedai Filosofi Kopi Jogja ini memilih jam buka pada pukul 15.00-23.00 WIB. Saran saya, datanglah sore hari karena itulah waktu terbaiknya. Tidak perlu terlalu terburu-buru sehingga dapat menikmati pula transisi dari terang menuju gelapnya. Maka pengalaman Ngopi di Joglo mu akan berbeda dengan biasanya.

Disini pula saya menikmati warung kopi seperti dulu. Warung kopi tempat untuk kumpul kumpul dengan kawan dan saling berinteraksi. Bukan tempat untuk duduk semeja namun sibuk dengan gadget masing-masing. Warung kopi tempat menikmati kopi bukan tempat photoshoot di sana sini. Warung kopi tempat bercengkrama atau diskusi, bukan tempat mojok dan sibuk sendiri.

Lokasi

Lokasi Filosofi Kopi Jogja ini memang sedikit tersembunyi. Beruntung di Instagram link lokasi Filosofi Kopi Jogja sudah aktif, sehingga bisa mengikuti map melalui tag lokasi tersebut. Namun untuk gambaran boleh lah saya jelaskan sedikit.

Dari Jalan Palagan teruslah ke utara hingga lampu merah mudah (lampu merah pertama di Jl Palagan dari Monumen Jogja Kembali), lurus ke utara hingga ketemu pertigaan ke kiri (barat), masuk ke situ dan akan bertemu gapura “Karangmloko”, lanjutkan hingga bertemu persimpangan ke kiri yang kedua, nah di situlah Kedai Filosofi Kopi Jogja.

 

Filosofi Kopi Jogja : Jl Palagan KM 8,2, Karangmloko, Sariharjo, Sleman, Yogyakarta

Jam Seduh               : 15.00-23.00 WIB

referensi dan tips seputar coffeeshop boleh klik kategori “coffee hoping”

12 thoughts on “Filosofi Kopi Jogja, Mari Ngopi di Joglo

  1. Nice info. Asik nih bisa ke tempat ini. Bisa nongkrong sembari cari ide. Baru tahu nih, sepertinya tempatnya memang instagramable banget ya, Teh. Di lain kesempatan pengen bisa ke tempat ini nih.. Semoga lah..

    Aku sendiri memang tidak begitu suka kopi. Tapi, bukan berarti gak suka. Lihat ketiga varian rasanya aku penasaran 🙂

    1. Coba dooonk kopi juga banyak variasinya kok kall gak suka yang kopi banget mungkin bisa coba yang blend.
      Tempetnya emang unik banget, nabrak kebanyakan coffeeshop coffeeshop kekinian

  2. Di Jalan Magelang Km.5 selatan JCM juga ada mb qid, jogja kopi namanya masih baru, asik juga tempatnya. Kemarin aku kesana sambil wifian. Recomended lah buat nongkrong sambil ngopi cantik 🙂

  3. Itu lampunya semi terang kuning kan? Cocok. Suka banget sama nuansanya. Meski rame kayaknya ga berisik. Kalo lampu yg terang entah kenapa kesannya berisik mulu dan kalo mau lirik sana sini jadi aneh hahaa

    1. Benaaaaar, lightingnya emang yang warm gitu.
      Enak banget suasananya apalagi jalanannya juga gak ada yg lewat, trus kanan kiri gak keberisikan apa apa

  4. Jogja jadi makin banyak kedai kopi milenial ya. Tapi sampe sekarang sukanya tetap nangkring di warung kopi ‘ndeso’ aja.

    Kedai FilKop yang Jogja ini tempatnya mirip sama resto Pelataran Dharmawangsa. Oke banget viewnya 🙂

  5. masuk list nih kalo ke jogja secara gue pecinta kopi tapi minum kopi cuma rekreasi doank sih kalau pas travelling atau lagi pusing saja. makasih infonya qied, salam kenal ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *