Pengalaman Pakai Xiaomi Redmi 4A

Foto dari erafone.com

Penggunaan ponsel yang kerap kali semena-mena membuat ponsel tangguh saya akhirnya nyerah juga. Meski fungsi dan ketahanannya masih berjalan sangat normal (untuk ponsel seusianya), namun gangguan pada tampilan layar, memaksa saya untuk memikirkan pendamping dengan layar yang sehat. Awalnya saya berniat mencarikan brand sejenis dengan ketangguhan yang mirip-mirip. Namun rupanya sudah cukup sulit mendapatkan ponsel dengan brand jepang yang sedang tak sejaya masanya dulu.

(more…)

La Rose Rouge, Paket Perawatan Rambut Ajaib

Halo para perempuan seluruh jagat raya….

Ada yang punya masalah rambut?

Rasa-rasanya kok yang disebut mahkota perempuan ini suka adaaa aja problematika nya. Ya entah yang rontok, kering, susah diatur, gampang kusut, dan masih banyak lagi. Saya sih belum pernah ya bikin penelitian beneran terkait ini. Tapi kalau seluruh perempuan Indonesia rambutnya udah sekece Raline Shah, gak ada tuh industry shampo bikin beraneka ragam formula buat setiap masalah rambut.

(more…)

#MenujuKinclong2017 bareng NaavaGreen

Akhir-akhir ini lagi rame hestek #menujukinclong2017. sebagai perempuan feminin sejati, saya juga pengen donk ikut-ikutan hits biar kekinian. Apalagi aktivitas sehari-hari saya ini kan banyak di jalanan. Manalah di jalanan itu saya anak motor banget ya kan. Pulang pergi rumah ke kantor aja kalo ditotal udah 24 kilometer an. Kebayang berapa banyak debu yang jadi bedak alami saya. Gak kehitung berapa banyak sinar matahari yang menampar-nampar muka saya. Itu baru rutinitas rutin berangkat dan pulang kantor lho. Aktivitas saya kan gak cuma itu

di ruang tunggu Naavagreen Kotabaru, bisa sambil baca majalah

(more…)

Kenalan dengan DGD, Think Global Act Local

Abaikan modelnya

Tidak cukup 1 artikel saya bicara soal brand aseli dari Jogja, Dagadu. Saya menulis kesan tentang brand kreatif ini saat bertahun lalu, pada usia Dagadu yang ke 20 tahun. Ada pula kesan saya terhadap desain uniknya di masa masa pemilu, sebagai Komisi Pemilihan Oblong. Tak ketinggalan ketika baru-baru ini, PT Aseli Dagadu Djokja rebranding dengan Mata Baru yang lebih Seru dan Baru. Kesempatan kali ini rupanya brand kreatif khas oleh oleh Jogja meluncurkan satu lagi brand premium, yang dengan bangga menceritakan lokalitas Indonesia bernama DGD.

(more…)

Garnier Micellar Cleansing Water

Ceritanya saya ini kan anaknya malas ya. Rajinnya cuma kalo diajak piknik sama ngopi aja. Yaiya donk, kelamaan fakir piknik bisa bikin rambut rontok dan muka kusut masai kekurangan gairah hidup. Dengan banyak piknik,  dan ketemu beragam orang baru, beragam profesi dengan berbagai problematika dan permasalahan hidup pula. Ujung-ujungnya menggelitik kita buat merenung dan jadi lebih mudah bersyukur, juga lebih mudah untuk gak cengeng saat bertemu masalah baru.

(more…)

Refleksi Masjid Agung Jawa Tengah

MAJT dalam lensa 10mm

Bahagianya usai mencicipi senin rasa weekend. Libur Maulid Nabi Muhammad SAW kemarin membuat saya jadi menengok ke belakang saat senang-senangnya memotret masjid masjid. Termasuk sebenarnya menara masjid di depan rumah tinggal saya sekarang. Namun yang paling berkesan dari potret memotret masjid adalah saat di Masjid Agung Jawa Tengah atau MAJT.

sudah cukup lama dari kunjungan terakhir saya ke masjid seluas 10 hektare ini. sebenarnya tidak hanya sekali saya sempat menginjakkan kaki di sini. sebelumnya, sempat saya menghadiri pernikahan seorang kawan di gedung pertemuan dalam kompleks MAJT. Namun kala itu, tidak banyak dokumentasi yang dapat tersimpan.

Masjid Agung Jawa Tengah tidak hanya menyediakan tempat ibadah. Kabarnya memang dimaksudkan juga untuk tujuan wisata religi. Menara Al Husna menjulang setinggi 99 meter dengan Museum Kebudayaan Islam di lantai 2 dan 3. Sedang di puncak menara, terdapat 5 teropong yang dapat melihat kota semarang dari atas. Masjid Agung ini juga dilengkapi wisma penginapan sebanyak 23 kamar dalam berbagai pilihan kelas. Jangan lupa pula mencicipi sensasi unik  di lantai 18 Menara Al Husna dimana  terdapat Kafe Muslim yang dapat berputar 360 derajat.

Selain luas dan ragam fasilitasnya, saya menemukan titik menarik untuk membidikkan kamera. Jika selama ini kesulitan dengan memotret pencerminan dalam air karena air yang tidak cukup tenang, kali ini saya menemukan marmer. Letaknya yang tepat di tengah menghadap megah dan uniknya bangunan arsitektur masjid ini, memanjakan fotografer amatiran seperti saya.

Menggunakan lensa 18mm

Saat itu saya masih belum puas, karena terlalu banyak bagian masjid yang terpotong. Akhirnya saya mencoba lagi dengan menggunakan lensa yang lebih lebar. Beruntung saat itu karena dalamevent Hunting Bareng NX Club, saya bisa dapat pinjaman lensa 10mm. Hasil pertama dari kejauhan bisa menghasilkan gambar seperti pada awal artikel ini. Selanjutnya saya letakkan di marmer tempat saya membidik refleksi sang masjid, maka begini hasil akhirnya.

alhamdulillah, hasilnya bisa bikin yang motret jadi sukak sama hasil jepretannya sendiri. Walaupun ketika dilombain, ya gak menang juga sih #ehcurhat.