Filosofi Kopi Jogja, Mari Ngopi di Joglo

Melaksanakan tips hemat ngopi di coffeeshop No 3, saya tau banget donk kalau Kedai Filosofi Kopi Jogja bakal buka. Apalagi di awal awal bukanya ada program kopi gratis hanya dengan upload banner film Filosofi Kopi di akun media sosial. Pokoknya kalau berhubungan dengan yang gratis, saya cepat tanggap deh.

mari ngopi gratisss

Kedai Filosofi Kopi Jogja ini resmi beroperasi mulai 20 Mei 2017. Bertempat di Joglo Jago yang tadinya juga digunakan untuk syuting film berjudul sama. Sukses dengan film Filosofi Kopi pertama yang diangakat dari fiksi Dewi Lestari, maka dibuatlah film Filosofi Kopi yang ke 2. dengan kota istimewa tempat saya tinggal ini termasuk salah satu lokasi yang dipilih Ben dan Jody sebagai lokasi seduh.

(more…)

7 Tips Hemat Nongkrong di Coffeeshop

Hello, semuanya.

Akhir-akhir ini saya lumayan sering dan rajin mendokumentasikan perjalanan saya dari coffeeshop ke coffeeshop. sebenarnya dari dulu sudah suka sih, cuma baru baru ini aja rajin diupload dengan agak rinci. Akibat dari seringnya saya upload soal coffeeshop baik yang baru ataupun yang itu-itu saja, makamulai timbul pertanyaan maupun nyinyiran. Sebagai anak baik dan gak suka nyinyir, jadi saya kasihtau aja bahwa ngopi ngopi cantik dan menclok dari satu coffeeshop ke coffeeshop sesukanya adalah hak segala bangsa. Dan bisa banget keberlangsungan ngopi ngopi cantik tetap lestari tanpa mengorbankan keberlangsungan hidup dompet dan saku kita.

Di sini saya baru kepikiran 7 sih, jadi kalau ada ide tambahan, boleh lah ditambahin di kolom komentar ya. Mari kita mulai simak 7 tips hemat nongkrong di coffeeshop, siapa tau bisa kamu praktekkan juga.

(more…)

4 Tipe Pengunjung Coffeeshop

Warung kopi atau coffeeshop masa kini, saya kira cukup mengalami pergeseran fungsi. Jikalau dahulu tujuan ke warung kopi selain ngopi ya kongkow kongkow dengan temannya,  sekarang pengunjung coffeeshop tidak selalu begitu. Dalam perjalanan saya dari coffeeshop ke coffeeshop, setidaknya ada 4 tipe pengunjung yang saya temui.

(more…)

Coffindo Coffice, Ngopi dekat Tugu

Kalo denger kata “Jogja’ kira kira apa sih yang kebayang sebagai icon?

Yaps, Tugu Pal Putih atau lebih dikenal sebagai Tugu Jogja adalah icon kota berhati nyaman ini. Letaknya di tengah perempatan dan tanpa pagar tinggi yang membatasi, membuatnya kerap menjadi objek foto. Dari penggemar selfie sampai fotograr serius, cinta dengan tugu ini. Coba lihat hasil pencarian search engine untuk keywords “Tugu Jogja” berikut:

Sebenarnya saya bukan mau cerita banyak tentang Tugu Jogja ini sih. Sebagaimana judul yang saya ambil, saya mau cerita kalau masih di area Tugu Jogja, terdapat tempat ngopi yang asik dengan pilihan kopi yang beragam.

(more…)

Jodoh Kopi dari Dapur Tetangga

Sebagai bagian dari menyeimbangkan aktivitas hidup, saya suka ngopi pagi atau sore. Ngopi sore, usai aktivitas rutin harian, mengembalikan saya pada kewarasan dan meluruskan kembali posisi otak yang sempat miring akibat berbagai problematika dunia kerja. Apalagi Kota Yogyakarta tercinta ini makin riuh dengan beragam coffeeshop. Membuat saya tidak perlu lagi khawatir kekurangan pilihan kopi kopi terbaik nusantara.

Menyeruput setiap tetes kafein hitam ini saja sudah cukup membuat saya bahagia. Faktor faktor lainnya bisa lah menambah. Misalnya siapa #temanngopi nya, se instagenic apa coffeeshop nya, dan apa #JodohKopi nya.

Saya mengenal #Jodohkopi ini awalnya dari akun warung kopi paling hits di Jogja, Klinik Kopi. Lama tak bertandang rupanya cangkir cangkir dari meja seduh, menemukan pendampingnya. Adalah Dapur Tetangga yang kerap kali disebut-sebut penyedia Jodoh Kopi.

(more…)

Secuil Curhat di Lantai Bumi

Kerja dan Kuliah pada saat bersamaan itu, tidak hanya butuh manajemen waktu saja. Tapi juga manajemen mood yang baguss. Sudah kita ketahui bersama, tugas kuliah kerap kali menyita waktu hura-hura. Kelas di saat weekend sudah tentu menyusutkan hari libur yang sudah sempit. Jelas sudah pelakunya terindikasi gejala kurang piknik yang berpotensi mengganggu keseimbangan jiwa pelaku tersebut.

Salah satu cara saya menyiasatinya adalah, dengan menuntaskan segala tugas yang ringan maupun berat, sebelum tiba di rumah. Pekerja berdedikasi (kibas poni) macam saya, tentunya hanya menginginkan istirahat yang menenangkan jika sampai di rumah. Jadi inginnya begitu saya sampai rumah, sudah tinggal beres beres dan bersih bersih, santai, trus istirahat deh. Seringkali saya menenteng laptop dan buku buku tebal seusai jam kantor. Memilih sendiri mana yang akan menjadi tempat saya belajar ataupun menyelesaikan tugas-tugas kuliah. Apakah coffeeshop cozy, apakah spot wifi gratisan umum (anak gratisan banget), apakah perpustakaan daerah, apakah smart lounge suatu mall, apakah sudut terdalam di hati dia.

Dengan kondisi beberapa hari ini Jogja diguyur hujan pada jam jam pulang kantor. Dampaknya tidak hanya genangan di banyak titik, tapi juga kemacetan yang tidak biasa. Ada gunanya juga saya mengalah bukan? menghindari kericuhan lalu lintas dengan mlipir beberapa ratus meter dari kantor, menunggu kemacetan mereda. Sembari menyeruput kopi tanpa gula, yang juga tanpa kamu.
Tak lupa membereskan tugas-tugas kuliah yang tak habis habis. Mengernyitkan kening kala menemukan hal baru yang tak biasa, membanting mouse kala laptop ngehang, dan lupa gigit tablet kala koneksi melambat.
Btw, Lantai Bumi ini salah satu tempat mlipir saya. Belum lama beroperasi, rupanya sudah cukup menggaet banyak pengunjung. Kopi yang nikmat, pelayanan yang ramah, dan tempat instagenic mungkin sebagian alasan. Terbukti dari banyaknya foto foto menarik di lokasi ini.
Lantai Bumi terletak di Pogung Baru Blok C No 28, Jl Kaliurang KM 5.
Bingung arahnya? Sini bareng saya. #modus

Klinik Kopi, Yogyakarta

*bersihin sarang laba-laba di blog

lama juga ngilangnya yak. Jadi ceritanya hampir semingguan kemaren saya gak berani pergi-pergi keluar rumah. Jajan atau makan di luar pun gak pernah. makanya instagram saya isinya cuma di rumaaaaah terus. Penyebabnya adalah awal pekan lalu, alergi saya kumat dan akibatnya saya jd gak berani dulu jajan di luar dan milih buat masak sendiri terus di rumah. plus lagi gak berani makan protein hewani sampai reaksi alergi saya berhenti.

Klinik kopi buka coffeeshop yang dekat dari tempat tinggal saya. apalagi bagi saya yang kelamaan anteng di rumah, plus anaknya malesan keluar-keluar kalo long weekend gini. Jogja lebih sering macetnya musim-musim begini. Tapi ketika mas iqbal ngabarin di grup kalo sore mau ke klinik kopi, saya langsung mau banget gabung. Udah luamaaaaa bzangeeet saya penasaran banget sama coffeeshop yang dirating 4,5 oleh tripadvisor ini, padahal coffeeshop ini kalo saya bilang ‘menabrak’ kebiasaan coffeeshop pada umumnya.

(more…)